Toyota Rush Nanjak, Kupas Tuntas Performa Mesin dan Spesifikasi Keren Lainnya

Posted on

Rush populer sebagai mobil SUV 7-seater besutan Toyota yang cukup laris di Indonesia. Selain menawarkan desain gagah serta modern, mobil Rush juga memiliki sejumlah keunggulan. Salah satu daya tariknya adalah kemampuan Toyota Rush nanjak dengan performa mesin yang terbilang tangguh di kelasnya.

Baca Juga:  Toyota Camry Jadi Sedan Premium yang Tetap Bertahan di Tengah Tren SUV

Toyota Rush Nanjak
Toyota.co.id

Review Mesin Toyota Rush Nanjak

Dalam hal performa, Rush terbukti sangat andal saat menghadapi tanjakan. Bahkan ketika membawa beban penuh hingga 7 penumpang. Hal ini tidak lepas dari kombinasi penggerak roda belakang (Rear Wheel Drive/RWD) dan mesin 1.5L berkode 2NR-VE. Keduanya dirancang untuk memberikan tenaga optimal di berbagai kondisi jalan.

Sistem penggerak roda belakang (RWD) memberikan keuntungan tersendiri saat mobil melaju di tanjakan. Ketika mobil menanjak, distribusi beban secara alami akan berpindah ke bagian belakang. Dengan roda penggerak berada di belakang, traksi menjadi lebih maksimal. Risiko selip pun dapat diminimalkan.

Dari sisi dapur pacu, mesin 1.496 cc yang Rush bawa mampu menghasilkan torsi 13,9 kgm pada 4.200 RPM. Karakter torsi tersebut cukup membantu dalam memberikan dorongan tenaga yang kuat. Terutama saat mobil berada di putaran mesin rendah hingga menengah. Dengan demikian, pengemudi tidak perlu terlalu memaksakan pedal gas untuk menaklukkan tanjakan curam.

Selain itu, rasio gigi pada Toyota Rush tergolong kasar atau lebih pendek. Artinya, tenaga yang tersalur ke roda menjadi lebih besar. Hasilnya mobil terasa ringan saat melewati jalan menanjak atau medan berat. Karakter ini memang membuat akselerasi di jalan datar terasa tidak secepat beberapa rivalnya. Namun justru menjadi keunggulan saat menghadapi kondisi jalan ekstrem.

Fitur Penunjang untuk Keamanan di Jalur Menanjak

Kemampuan besar Toyota Rush nanjak juga berkat fitur Hill Start Assist (HSA). Fitur HSA sangat membantu saat berkendara di tanjakan. HSA berfungsi untuk mencegah mobil mundur ketika berhenti dan akan kembali berjalan di tanjakan. Dengan adanya fitur ini, pengemudi dapat lebih percaya diri. Apalagi saat harus berhenti di kemiringan jalan yang cukup curam.

Xpander Cross FWD vs Toyota Rush RWD

Jika dibandingkan dengan kompetitor seperti Mitsubishi Xpander Cross, performa Toyota rush nanjak memang memiliki keunggulan tersendiri.

Hal ini selaras dengan hasil uji coba oleh tim GridOto di YouTube. Tepatnya ketika kedua mobil diuji pada tanjakan dengan kemiringan mencapai 16 derajat. Hasilnya, Rush terasa lebih enteng saat menanjak. Hal ini wajar karena sistem RWD mampu mendorong mobil dari belakang. Traksi pun tetap terjaga dengan baik. Apalagi rasio gigi yang kasar membantu memberikan tenaga ekstra saat menghadapi tanjakan. Sebaliknya, Xpander Cross yang menggunakan penggerak roda depan (FWD) memiliki karakter berbeda. Mobil cenderung lebih unggul di jalan datar karena roda depan bertugas menarik mobil, sehingga akselerasi terasa lebih responsif. Namun, saat menghadapi tanjakan, distribusi beban yang berpindah ke belakang justru membuat traksi roda depan berkurang. Akibatnya, mobil lebih berat.

Baca Juga: Toyota Corolla Cross, SUV Hybrid yang Irit dan Ramah Lingkungan

Secara keseluruhan, Toyota Rush nanjak menawarkan performa yang cukup meyakinkan. Bahkan dalam kondisi ekstrem sekalipun. Dukungan sistem penggerak roda belakang, mesin responsif, serta rasio gigi yang sesuai membuat mobil terasa unggul. Ditambah dengan fitur keselamatan Hill Start Assist, Rush siap jadi opsi terbaik bagi pengguna. Khususnya yang sering berkendara di daerah berbukit atau pegunungan.