Harrier menjadi salah satu mobil SUV kebanggaan Toyota yang populer di berbagai negara termasuk Indonesia. Produk asal Jepang ini sukses mengeluarkan Toyota Harrier generasi ke-4 pada 2020 dan siap menghadirkan model baru di 2026. Di samping performa, desain dan fitur, banyak orang juga penasaran dengan seberapa efisien bahan bakar Toyota Harrier.
Baca Juga: Toyota Rush Nanjak, Kupas Tuntas Performa Mesin dan Spesifikasi Keren Lainnya

Memahami Tentang Bahan Bakar Toyota Harrier
Toyota memang tidak secara resmi menjual Harrier di Indonesia. Namun, mobil ini tetap banyak beredar di pasar tanah air melalui jalur importir umum (IU). Hal tersebut membuat Harrier cukup eksklusif sekaligus diminati oleh pecinta SUV premium Jepang.
Pada model terbaru, yaitu Generasi Keempat XU80 yang rilis 2020 lalu, terdapat dua pilihan mesin. Pertama adalah mesin 2.0L Dynamic Force M20A-FKS berkapasitas 1.986 cc. mesin tersebut menghasilkan tenaga sekitar 171 PS dan torsi 207 Nm.
Kedua adalah varian 2.5L Hybrid bermesin A25F-FXS 2.487 cc yang berpadu motor listrik. Kombinasi keduanya menghasilkan tenaga hingga 177 PS dari mesin bensin dan tambahan dorongan sistem elektrifikasi. Varian hybrid ini lebih menonjol dalam efisiensi bahan bakar sekaligus emisi rendah.
Kendati begitu, di Indonesia justru generasi yang paling banyak digunakan adalah XU30. Ini adalah generasi kedua yang rilis 2003 silam. Hal yang menarik dari XU30 yaitu harga lebih terjangkau, perawatan mudah, serta ketersediaan suku cadang luas.
Pada generasi ini terdapat dua pilihan mesin. Pertama 2.4L 2AZ-FE 4-silinder 2.400 cc yang terkenal bandel mirip dengan Toyota Camry. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 161,7 dk dengan torsi 221 Nm. Sementara versi kedua adalah 3.0L 1MZ-FE V6 3.000 cc yang menghasilkan tenaga 218,9 dk dan torsi 304 Nm. Kedua varian tersebut sama-sama menggunakan transmisi otomatis 4-percepatan tiptronic yang cukup halus.
BBM Toyota Harrier
Untuk bahan bakar Toyota Harrier khususnya generasi kedua sangat disarankan menggunakan BBM minimal RON 92. Misalnya Pertamax atau lebih tinggi seperti RON 95. Hal ini penting guna menjaga pembakaran tetap optimal sekaligus mencegah knocking atau gejala ngelitik pada mesin.
Secara teknis, mesin berasio kompresi seperti pada Harrier akan bekerja lebih stabil dengan bahan bakar beroktan tinggi. Meskipun masih bisa menggunakan RON 90 layaknya Pertalite. Hanya saja penggunaan jangka panjang berpotensi menurunkan performa bahkan mempercepat penumpukan karbon di ruang bakar.
Konsumsi BBM Harrier 2.4L vs 3.0L
Dari sisi efisiensi, mesin 2.4L (2AZ-FE) tergolong lebih irit dari versi 3.0L. Konsumsi rata-rata Harrier 2.4L berada di kisaran 8-10 km/liter untuk penggunaan dalam kota. Adapun konsumsi di tol mencapai 12 km/liter dengan kondisi stabil.
Baca Juga: Toyota Camry Jadi Sedan Premium yang Tetap Bertahan di Tengah Tren SUV
Sementara itu, versi 3.0L V6 sedikit lebih boros karena kapasitas mesin besar dan tenaga yang relatif tinggi. Namun sebagai gantinya, performa akselerasi jauh lebih kuat dan terasa halus saat dipacu pada kecepatan tinggi.
Di sebuah pengujian nyata melalui kanal video pendek @Bang_Robs, Toyota Harrier 3.0L mencatat konsumsi kurang lebih 1:11. Saat itu mobil dalam kondisi perjalanan macet dari Kelapa Gading menuju Tangerang Selatan atau sekitar 47.5 km. Hal ini menunjukkan bahwa pada situasi tertentu, konsumsi BBM Harrier 3.0L lebih tinggi tapi masih bisa cukup efisien untuk ukuran SUV. Jika membandingkan dengan versi 2.4L maka selisih BBMnya berada di kisaran 1 liter lebih banyak.
Secara keseluruhan, Harrier adalah pilihan SUV premium yang menawarkan kombinasi kenyamanan, performa, dan efisiensi cukup baik di kelasnya. Apalagi dengan kapasitas tangki bahan bakar Toyota Harrier di kisaran 70–72 liter. Ini tentu sangat cukup untuk perjalanan jarak jauh tanpa perlu sering mengisi ulang. Jadi lebih praktis serta menyenangkan untuk berkendara bersama keluarga.

Saya seorang jurnalis otomotif senior yang berfokus pada review seputar mobil di Indonesia. Berdasarkan pengalaman puluhan tahun di industri media otomotif, saya siap membagikan ulasan mendalam, objektif dan edukatif. Melalui perspektif ini, saya berharap bisa membantu memilih kendaraan yang tepat dan bernilai.



